Akankah Pemanfaatan Teknologi Blockchain Diperlukan Dalam Sistem Perbankan ? Jawabnya: Perlu !

Akankah Pemanfaatan Teknologi Blockchain Diperlukan Dalam Sistem Perbankan ? Jawabnya: Perlu !

ChainsightNews - Langkah BCA tahun 2019 adalah sebagai momentum awal bagaimana sektor perbankan akan mengalami revolusi teknologi. Sebagaimana diketahui, BCA merupakan bank swasta terbesar di Asia Tenggara berdasarkan volume pemberi pinjaman. Disamping itu, inovasi-inovasi yang di lakukan BCA selalu terdepan dalam hal teknologi tinggi, jika dibandingkan dengan bank lainnya, terutama dengan bank yang mayoritas di kuasai oleh pemerintah. 

Pada tahun depan, yaitu 2020, BCA sudah menganggarkan untuk teknologi informasinya sebesar 5,2 T untuk menambah jaringan dan juga penguatan dari sisi security. Disisi lainnya, BCA melalui program tahunan Finhacks 2019 #blockchainnovation, Jahja Setiaatmadja menyatakan bahwa BCA tengah bersiap untuk menggunakan teknologi blockchain.

"Melalui tema tahun ini tentang teknologi blockchain, kami ingin melihat bagaimana blockchain dapat memberikan added value dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan solusi perbankan dan finansial kepada masyarakat luas, khususnya dalam hal peningkatan efisiensi, penghematan biaya dan pengurangan risiko"

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA

Dalam diskusi panel dengan topik The Potential of #blockchainnovation for Indonesia, hadir disana, yaitu : Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Pungky Purnomo Wibowo, Direktur BCA Vera Eve Lim, CEO Blockchain Zoo Roberto Capodieci, dan Supervisory Board of ABI Pandu Sastrowardoyo sebagai moderator. Disamping itu, acara Finhacks2019 ada juga kompetisi untuk inovasi penerapan teknologi blockchain dengan 3 kategori yaitu:

  • Interbank Settlements and Payments
  • Identity Management
  • Financial Inclusion

dimana acara ini, di support oleh ABI (Asosiasi Blockchain Indonesia) yang merupakan sebuah asosiasi yang berkaitan dengan industri Blockchain. 

Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini sudah banyak institusi keuangan dan bank yang sudah mengadopsi teknologi blockchain. Katakan saja seperti American Express, Interbank, Moneygram, Santander, dll yang mengadopsi RIPPLE, dimana Ripple adalah salah satu Public Blockchain. Selain itu, ada juga yang menggunakan Hyperledger yang merupakan proyek Open Source Blockchain yang banyak bersifat Private Blockchain.

IBM sendiri, yang merupakan perusahaan teknologi paling awal, telah mengadopsi Hyperledger sebagai bagian dari service mereka bagi perusahaan besar untuk mengimplementasikan Blockchain pada Core System perusahaan tersebut. Adapun industri yang sudah mengadopsi itu antara lain dari perusahaan: Layanan Finansial, Asuransi, Media Entertainment, Supply Chain, dan Retail. 

JPMorgan Chase & Co. (NYSEJPM) adalah sebuah firma sekuritas, bank investasi dan inklusi finansial global Amerika Serikat. Firma ini merupakan penyedia jasa keuangan besar dengan aset senilai $2 trilyun dan merupakan institusi perbankan AS yang memiliki kapitalisasi pasar kedua di negara ini dan dasar deposito domestik terbesar ketiga setelah Wells Fargo dan Bank of America.

JP Morgan, telah mangadopsi Blockchain yang bernama Quorum yang berbasis Blockchain Etherium. Baru-baru ini juga, perusahaan Coca Cola, yang bekerja sama dengan SAP, juga menggunakan teknologi Blockchain untuk sistem suppy chain mereka.

Dari sini dapat di simpulkan bahwa apa yang dilakukan BCA untuk mengadakan Finhacks, di mana para praktisi TI berkumpul, berkolaborasi dan berinovasi dalam menciptakan solusi inovatif di bidang finansial, bisa jadi merupakan tanda-tanda bahwa BCA akan serius menggarap sistem core banking mereka menggunakan Blockchain dan mengganti sistem yang lama.

Sebut saja kejadian bulan July, 2019 dimana bank Mandiri mengalami error dalam skala Nasional. Nasabah mengalami perubahan saldo, internet banking tidak dapat diakses, bahkan jaringan ATM juga tidak beroperasi dalam skala nasional. Padahal, sejak Bitcoin Network yang baru di bangun tahun 2009, hingga saat ini belum ada yang namanya down, saldo tertukar, server unaccessible, wallet shutdown dll.  

Akankan tahun depan, dengan dana 5,2 Triliun, BCA akan mengubah Core System mereka berbasis Blockchain ? kita tunggu tanggal mainnya !