Akankah Rupiah Token Mau Bekerjasama dengan Bank Indonesia Apabila Mengeluarkan Central Bank Digital Currency (CBDC) Rupiah ?

Akankah Rupiah Token Mau Bekerjasama dengan Bank Indonesia Apabila Mengeluarkan Central Bank Digital Currency (CBDC) Rupiah ?

Jakarta 21 November 2019 - Pada saat event Indonesia Blockchain Week yang di adakan oleh tokocrypto dengan nama yang sama dengan tahun lalu yaitu INBLOCKS 2019, tim Chainsight bertemu dengan Founder dan CEO dari Rupiah Token yaitu Jeth Soetoyo. Dalam acara itu, kami sempat melakukan wawancara untuk mendapatkan update terakhir perkembangan salah satu stable coin rupiah tersebut. 

Rupiah Token sendiri merupakan bagian dari perusahaan dari PT Rupiah Token Indonesia yang bertempat di The City Tower, Jakarta yang merupakan salah satu stable coin rupiah yang menggunakan Etherium (ERC20) sebagai digital asetnya untuk melakukan kegiatan di dunia crypto currency dalam sirkulasi rupiah berbasis token.

Rupiah token telah mendapatkan sertifikasi dari certik dalam hal pengujian sistem keamanan dan juga analisa smart contract-nya. Adapun token yang di keluarkan oleh Rupiah Token (IDRT) ini, akan di back up 1:1 dengan Rupiah yang di sirkulasikan melalui bank Custodian yang namanya belum di sebutkan oleh JS. 

Dalam hal regulasi, Rupiah Token akan ikut dengan regulasi yang ada dimana BAPPEBTI menyatakan bahwa token/coin yang dikenal dengan digital asset dapat di perdagangkan di Exchanges. Disisi lain, kami menanyakan tentang bagaimana tanggapan Rupiah Token jika Bank Indonesia yang adalah Bank Central yang menerbitkan/mencetak uang dengan mata uang rupiah akan menerbitkan Digital Rupiah seperti yang dilakukan beberapa negara didunia seperti China, Turki, Venezuela, Jepan, Rusia, Israel dll.

Jeth menyakan bahwa, kabar itu masih belum di nyatakan secara pasti. Namun, beliau berharap untuk bisa bekerjasama dengan pihak swasta yang sudah lebih dahulu mengeluarkan stable coin dalam rupiah ini. Namun, dia juga tidak menutup kemungkinan kalau Bank Indonesia mengeluarkan sendiri Digital Rupiah mereka dan Rupiah Token akan tunduk dengan aturan yang ada. 

Lebih lanjut, Rupiah Token ini juga akan digunakan untuk beberapa industri yang telah ada seperti dalam perdagangan Export-Import, Remitance, dan Peer-to-Peer landing (P2P). Sekedar update, Rupiah Token telah listing di beberapa Exchange seperti IDAX, Binance DEX, Uniswap, DDEX, Bamboorelay, dan DEX.AG. Menurut JS, semoga tahun depan bisa bekerja sama dengan beberapa Exchange yang ada di Indonesia.