Apa itu Ethereum

Apa itu Ethereum

Apa itu Ethereum? Apakah Ethereum sama dengan Bitcoin? Oke tanpa bertele-tele dan untuk lebih singkatnya mari kita pahami Ethereum secara mendalam mulai dari sini. Penting untuk mempelajari sifat inti dari Ethereum dan karakteristiknya.

Ethereum adalah sistem terdesentralisasi, yang berarti tidak dikendalikan oleh entitas pengatur tunggal manapun.

Ethereum, yang merupakan sistem terdesentralisasi, sepenuhnya otonom dan tidak dikendalikan oleh siapa pun. Ethereum tidak memiliki titik pusat kegagalan, karena dijalankan dari ribuan komputer secara sukarela di seluruh dunia, yang berarti tidak bisa offline atau mati. Selain itu, informasi pribadi pengguna akan tetap aman di komputer mereka sendiri, sementara konten, seperti aplikasi, video, dll., tetap berada dalam kendali penuh dari penciptanya tanpa harus mematuhi peraturan yang diberlakukan oleh layanan hosting seperti App Store dan YouTube.

Penting untuk dipahami bahwa Ethereum dan Bitcoin adalah beda. Ethereum dan Bitcoin adalah dua proyek yang berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Bitcoin adalah cryptocurrency pertama yang ditujukan untuk sistem transfer uang, dibangun dan didukung oleh teknologi ledger publik terdistribusi yang disebut Blockchain.

Ethereum mengambil teknologi di belakang Bitcoin yaitu blockchain dan secara substansial memperluas kemampuan blockchain. Termasuk memperluas jaringannya, dengan browser Internet sendiri, bahasa koding, dan sistem pembayaran. Yang paling penting, mampu memfasilitasi pengguna untuk membuat aplikasi terdesentralisasi di Blockchain Ethereum.

Aplikasi-aplikasi tersebut dapat sepenuhnya merupakan ide-ide baru atau pengerjaan ulang desentralisasi dari konsep yang sudah ada. Pada dasarnya Ethereum mampu menghilangkan perantara dan semua biaya yang terkait dengan keterlibatan pihak ketiga.

Singkatnya, Ethereum adalah platform publik perangkat lunak terdistribusi open-source berbasis Blockchain yang memfasilitasi pengembang atau developer untuk membangun dan menggunakan aplikasi terdesentralisasi.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Ethereum adalah sistem desentralisasi, yang berarti menggunakan pendekatan peer-to-peer. Setiap interaksi tunggal yang terjadi tidak melibatkan otoritas pengendali dan pihak ketiga, hanya pihak yang bersangkutan saja.

Seluruh sistem Ethereum didukung oleh sistem global yang disebut ‘node’. Node merupakan sukarelawan yang mengunduh seluruh Blockchain Ethereum ke desktop mereka dan sepenuhnya menegakkan semua aturan konsensus sistem, menjaga jaringan tetap jujur, adil dan akan menerima hadiah sebagai imbalannya.

Aturan-aturan konsensus tersebut, serta banyaknya aspek lainnya dari jaringan, ditentukan oleh ‘smart contract.’ Smart Contract dirancang untuk secara otomatis melakukan transaksi dan tindakan spesifik lainnya dalam jaringan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh kedua pihak sudah diprogram di dalam smart contract. Lengkapnya persyaratan ini kemudian memicu transaksi atau tindakan spesifik lainnya. Banyak orang percaya bahwa smart contract adalah masa depan dan pada akhirnya akan menggantikan semua jenis perjanjian kontrak lainnya, karena penerapan smart contract akan memberikan keamanan yang lebih unggul daripada hukum kontrak tradisional yang ada, mengurangi biaya transaksi terkait dengan kontrak dan membangun kepercayaan di antara dua pihak.

Selain itu, sistem ini juga menyediakan penggunanya Ethereum Virtual Machine (EVM), yang pada dasarnya berfungsi sebagai lingkungan runtime untuk smart contract berdasarkan Ethereum. Ini memberi pengguna keamanan untuk mengeksekusi untrusted kode sambil memastikan bahwa program tidak saling mengganggu. EVM sepenuhnya terisolasi dari jaringan Ethereum utama, yang membuatnya menjadi sandbox-tool yang sempurna untuk menguji dan meningkatkan smart contract.

Platform Ethereum ini juga menyediakan token cryptocurrency yang disebut ‘Ether.’