Berpengaruhkah Kerusuhan Jakarta dan Konflik Dunia Terhadap Menurunnya Nilai Bitcoin dan Altcoin?

Berpengaruhkah Kerusuhan Jakarta dan Konflik Dunia Terhadap Menurunnya Nilai Bitcoin dan Altcoin?

Chainsight.news Penetatapan hasil pemilu oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) terutama pada hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada tanggal 21 Mei 2019 memunculkan kerusuhan oleh pihak yang kalah. Aksi protes massa terhadap penyelenggara pemilu mulai terjadi pada dinihari 22 Mei 2019 sampai saat ini dan berlanjut membuat para pelaku bisnis untuk beberapa hari kedepan menutup bisnis usahanya sampai dirasa sudah aman dan nyaman kembali. Pertumbuhan ekonomi gross domestic bruto dan nilai rupiah dapat terus menurun akibat kerusuhan yang berlanjut. Hari ini 23 Mei nilai rupiah terhadap USD pada XE Currency Converter menyentuh Rp 14,477.52 dan pada BI Rate menyentuh Rp 14,513. Bitcoin dan Altcoin pada Exchanger Coinbase market pada fase kerusuhan sama sekali tidak berpengaruh secara langsung akibat tensi politik dalam negeri, ibarat rajawali yang mengetahui kapan badai muncul jauh sebelum terjadi. Penurunan crypto currency yang terjadi ketika whale melakukan transaksi pada salah satu exchanger Coinbase yang masing-masing mengalami penurunan sebesar BTC 4.55%, ETH sebesar 8.08%, BCH 7.14%, LTC 5.02%.

Saat ini nilai bitcoin dan cryptocurrency masih belum pada nilai puncaknya, bitcoin dan crypto akan melejit pada waktu yang tepat dan sepertinya transaksi "whale" sudah mengetahui dan sedang menunggu datangnya badai hyperinflasi, layaknya rajawali yang terbang pada ketinggian tertentu untuk menunggu badai datang. Ketika badai hyperinflasi mengamuk maka bitcoin, crypto lainnya akan mengembangkan sayapnya melambung tinggi di atas badai ekonomi tersebut, sepertinya bitcoin dan crypto sedang memanfaatkan badai hyperinflasi untuk mengangkat bitcoin dan crypto sebagai mata uang digital untuk diakui oleh dunia.

Penurunan nilai cryptocurrency terjadi karena adanya transaksi negatif secara global pada market-market exchanger, selain adanya "stolen funds crypto" yang dilarikan ke exchanger tertentu oleh para stakeholders "paus" yang disebut juga dengan istilah whale yang melakukan transfer asset unknown peer to peer dan dari berbagai exchangers ke unknown wallet maupun sebaliknya dari unknown wallet ke exchanger-exchanger dengan volume transaksi yang cukup besar.

Dampak dari aliran keluar masuk bitcoin dan asset digital yang tidak balance atau negative tersebut membuat nilai bitcoin dan altcoin bergerak sangat fluktuatif, rata-rata cepat mengalami penurunan dan akan cepat juga mengalami kenaikan. Aliran-aliran transaksi aneh yang sangat liquid hanya bisa dilakukan oleh the giant elit dunia yang sudah memiliki ratusan ribu atau jutaan bitcoin maupun crypto. Adakah tujuan aliran mata uang digital tersebut semata –mata untuk mendapatkan profit, sementara pada saat yang sama dibelahan dunia sedang terjadi konflik yang mengancam ketentraman dunia seperti:

Pilpres Nigeria, konflik Sudan Selatan, perang Afghanistan, krisis di Venezuella, krisis di Kamerun, Gerakan Yellow Vests Q di Perancis, konflik Amerika – Iran, perang Yaman, perang Suriah, konflik laut China Selatan, konflik Rusia – Ukraina, perang dagang yang memicu ketegangan hubungan Amerika – China?

Akankah kerusuhan pilpres Indonesia akan menambah jumlah negara konflik di dunia?

Kerusuhan dan kebijakan politik ekonomi pemerintah dalam negeri tidak akan mempengaruhi nilai bitcoin maupun cryptoasset karena sistem transaksinya menggunakan sistem teknologi blockchain yang independen tidak dipengaruhi oleh keadaan politik dan regulasi pemerintah.

World digital currency adalah rajawali yang akan terbang tinggi! Get ready for World Digital Currency!