Meetup Bersama John Kim, Chief Evangelist Litecoin Dari US

Meetup Bersama John Kim, Chief Evangelist Litecoin Dari US

ChainsightNews | Pada hari senin, tanggal 21 Juli 2019, di Jakarta, tim Chainsight mendapat kehormatan untuk berbincang-bincang mengenai perkembangan blockhain, bitcoin dan tentu saja tentang Litecoin. Hadir dalam pertemuan itu, John Kim (Chief LTC Evangelist for Global), Chloe (Community Manager of Asia Regional), Reza (CEO Modalsaham ), Isybel Harto (Founder ChainsightNews)  juga beberapa blockchain entusias dari kalangan komunitas trader. Dalam pertemuan itu, hal pokok yang di diskusikan bahwa komunitas Litecoin di US sangat besar dan disana ada beberapa store yang menerima pembayaran menggunakan litecoin. Tentu hal ini sangat bertolak belakang dengan Indonesia. Selain daripada komunitasnya belum terfokus, juga tentang pembayaran menggunakan crypto yang masih di larang oleh BI dan OJK. 

Bagi komunitas yang menamakan dirinya LTC  real community maximalist silahkan bergabung di Group telegram Litecoin Indonesia yang dapat di akses disini JOIN TELEGRAM yang langsung dapat ber-AMA (Ask Me Anything) dengan para founder dari Litecoin Foundation.

Apa itu Litecoin ?


Mungkin ada beberapa orang yang belum mengenal apa Litecoin. Litecoin (LTC atau Ł) adalah proyek open source dan cryptocurrency yang berbasis peer-to-peer (P2P) yang dirilis di bawah lisensi MIT / X11. Seperti “abangnya” bitcoin, tidak ada yang memiliki maupun yang meng-klaim menciptaan koin ini. Salah satu “shitcoin” dan yang pertamana disebut dengan Altcoin adalah Litecoin yang merupakan spin-off bitcoin awal  pada Oktober 2011.

Bagaimana Sejarah Litecoin ?


Litecoin dirilis melalui pertama kali di GitHub pada 7 Oktober 2011 oleh Charlie Lee, seorang karyawan Google dan mantan Direktur Teknik di Coinbase. Jaringan komputasi Litecoin mulai live (mainnet-red) pada tanggal 13 Oktober 2011. Di fork (percabangan dari sebuah algoritma baru) dari Bitcoin Core Client, yang menciptakan block menjadi 2.5 menit sehingga menciptakan supply menjadi 4 kali lipat dari supply bitcoin. Untuk hashing sendiri menggunakan jenis algoritma dengan konsensus yang disebut dengan scrypt yang tidak mengadopsi PoW SHA-256 bitcoin, juga dengan GUI yang juga sedikit dimodifikasi. Saat ini, total sirkulasi coin LTC adalah sebanyak 63 juta dari maximum cap-nya 84 juta coin

LTC selalu menjadi aset digital yang terkenal sejak pertama kali dirilis dan telah mencapai kapitalisasi pasar $ 1 miliar dua tahun setelah didirikan pada tahun 2013. Untuk waktu yang sangat lama, LTC menempati posisi tertinggi kedua dan ketiga di pasar cryptocurrency. Hari ini (22 July 2019), Litecoin adalah berada pada posisi ke-4 dengan nilai kapitalisasi pasar di-antara ribuan cryptocurrency lainnya dibawah bitcoin, etherium, dan ripple. Total marketcap nya hingga saat ini adalah $6B dengan setiap hari rata-rata perputarannya sebesar $2B dengar harga $80- $99/koin nya. 

Segwit dan Lightning Network ?


Pada bulan Mei 2017, LTC mengadopsi protokol Segregated Witness yang bergabung dalam proses upgrade bitcoin tahun itu. Pada musim semi waktu itu, Litecoin pertama kali melakukan percobaan untuk bertransaksi dengan Lightning Network yang diujicobakan pengiriman 0.00000001 LTC  dari Zürich, Jerman ke San Francisco, Amerika Serikat. Sebagai pengembangnya pertama kali, terlebih founding father dari Litecoin, Charlie Lee kembali ingin mengembangkan Litecoin untuk lebih canggih dengan roadmap yang ambisius setelah beberapa waktu lalu, dia keluar dari Coinbase dan menjadi managing director dari Litecoin Foundation.

Keunggulan Litecoin ?


Seperti dilihat dari Namanya “lite”, Litecoin selalu disejajarkan dengan bitcoin sebagai the biggest coin. Berikut adalah beberapa alasan mengapa cryptocurrency seperti Litecoin (LTC) layak di disejajarkan dengan bitcoin:

  • Kecepatan. Transaksi Litecoin lebih cepat karena perbedaan waktu blok 2,5 menit dibandingkan dengan BTC, yang meng-generate block-nya setiap 10 menit.
  • Penambangan. Para pendukung Litecoin menyukai metode distribusi penambangan untuk scrypt mining LTC yang diyakini sebagai model yang lebih adil.
  • Kelangkaan dan Likuiditas Digital. Litecoin memiliki lebih banyak koin daripada bitcoin yaiotu sebanyak 84 juta LTC. Hal ini akan membuat LTC menjadi langka
  • Pengembangan. Sebelum diadopsi oleh BTC, LTC telah pertama kali yang menerapkan Segregated Witness dan Lightning Network. Hal ini membuat pencinta koin ini percaya dengan pengembangan lebih lanjut dari cryptocurrencies ini.

Bagi developer yang ingin mencoba LTC, klik link ini untuk menuju github-nya (open source). Adapun detail software design-nya dari LTC adalah sebagai berikut: