Mengambil Kesempatan Dalam kesempitan Dari Lonjakan Harga Bitcoin

Mengambil Kesempatan Dalam kesempitan Dari Lonjakan Harga Bitcoin

Lima bulan belakangan ini pemberitaan media di hiasi dengan bergejolaknya harga Bitcoin, lonjakan ini mencapai 15 hingga 20 persen dan secara singkat naik di atas level 5.000 dollar AS untuk pertama kalinya pada minggu ini sejak November silam, tak ketinggalan meroketnya harga bitcoin di ikuti oleh harga teman-teman seperjuanganya.

Banyak analisa yang hingar bingar dikemukakan para analis hingga di lingkaran komunitas pecinta mata uang digital ini. Tak ada kejutan berarti dengan terbangnya harga bitcoin akhir-akhir-akhir ini, kejadian ini dianggap normal saja terjadi. hal ini diungkapkan oleh Co-Founder CryptoWatch, Christopher Tahir. “lebih terlihat ke untung-rugi trader aja sih. Karena mau naik ataupun turun developer tetap melanjutkan pengembangannya sesuai visi Satoshi”

Para trader mendapatkan celah dari kenaikan harga Bitcoin tersebut, sebagian dari mereka akan tetap menungu hingga harga terus beranjak naik hingga menyentuk ke harga yang sudah dirasa cukup untuk memetik hasil panen dari beberapa waktu yang cukup lama.

Kalo sebab menurutku sih krn big traders sebagian mau realisasikan keuntungan, jadi pump harganya naik dulu, supaya punya ruang untuk ambil untung” Tambah Christopher

Tetapi alasan di balik lompatan agresif bitcoin tetap menjadi misteri. Dengan kata lain, bitcoin lebih tinggi hanya karena orang membeli bitcoin. Ini adalah kasus klasik dari momentum berinvestasi, dan mungkin tidak ada yang nyata atau alasan untuk membenarkan lonjakan tersebut. Mainan favorit Bitcoin selalu menjadi mainan favorit bagi para pedagang yang ingin menguangkan dengan gerakan tiba-tiba.

Saham melonjak pada kuartal pertama, meskipun ada kekhawatiran tentang fakta bahwa pendapatan diperkirakan akan menurun pada kuartal pertama. Ini karena imbal hasil obligasi jatuh di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

“Bakalan banyak yang nyangkut karena takut ketinggalan alias FOMO (fear of missing out). Dan ketika turun banyak yg akan kembali ngerasa BTC ga ada masa depannya lagi” Tutup Christopher.