Strategy Arbitrase ZIPMEX, Telah Menghipnotis Para Trader Crypto Untuk Bertransaksi Setiap Hari Dengan Volume USD$400K/ Hari

Strategy Arbitrase ZIPMEX, Telah Menghipnotis Para Trader Crypto Untuk Bertransaksi Setiap Hari Dengan Volume USD$400K/ Hari

Jakarta, 21 November 2019 - Bersamaan dengan acara yang di gelar oleh Tokocrypto dengan event tahunan INBLOCKS 2019, yang di adakan di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta pada 19-20 November 2019 yang lalu, tim Chainsight berhasil mewawancarai Bos Zipmex yaitu Markus Lim

Pada kesempatan itu, kami menanyakan perkembangan Zipmex setelah 1 bulan sebelumnya telah meluncurkan platform Exchange mereka yaitu Zipmex.co.id. Adapun strategy untuk mengambil hati para crypto trader di Indonesia, yaitu dengan Arbitase dengan mengumumkan bahwa total trading yang dilakukan sampai tanggal 14 oktober 2019 lalu sebesar Rp. 67 Miliar. 

Exchange yang sudah ada di beberapa negara seperti di Singapura, Australia, Thailand, dan Indonesia ini, telah memiliki komunitas hampir 30 ribu orang. Dengan strategy seperti "bakar uang" dimana harga yang ditawarkan oleh Zipmex seperti BTC (bitcoin) jauh lebih rendah dari Exchange lain seperti Indodax, Rekeningku dan Tokocrypto, akankah Zipmex akan terus melakukannya hingga mencapai target trader yang mereka harapkan ?

Menurutnya, strategy tersebut telah di hitung matang oleh tim mereka, terlihat dari hingga saat ini mereka masih bertahan. Dengan total harian trading jika di kombinasikan semua negara sekitar $400K/hari, Zipmex telah berhasil mendatangkan trader baru ke Platform Exchanges mereka, karena hanya dalam tempo 2 bulan saja user aktif mencapai 2500 setiap hari. 

Dari sisi trading fee, Zipmex juga bisa dikatakan murah dibandingkan dengan Exchange lainnya. Bahkan untuk Withdraw fee-nya saja, hanya 0.5% dimana kebanyakan dari Exchange di Indonesia sebesar 1%. Selain dari trading, Zipmex juga saat ini masih memfokuskan untuk fokus pada Spot Market dan OTC, sedangkan untuk me-listing project berbasis Blockchain masih dalam tahapan menunggu aturan dari Bappebti yang mengatur soal token/coin yang layak di listing. Sekedar info, Bappebti dalam aturannya, hanya memperbolehkan Exchange untuk melakukan perdagangan apabila Token/Coin atau Digital Asset tersebut masuk dalam 500 posisi di Coinmarketcap.

Berkaitan dengan regulasi yang di tetapkan oleh Bappebti pada bulan Februari lalu, Zipmex sudah mempersiapkan beberapa hal termasuk saat ini sudah membuat domain mereka ke "co.id" seperti yang di sarankan dalam aturan tersebut. Untuk hal yang lainnya, tim Zipmex sedang berusahan untuk sedikit demi sedikit untuk mempersiapkan hal tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, beberapa Exchange yang hadir di Indonesia pada tahun 2018-2019, telah banyak yang gulung tikar, dimungkinkan karena beratnya aturan tersebut. Disisi lainnya, tim Zipmex sedang berusaha keras untuk msauk ke pasar Thailand dengan memperlengkapi semua dokumen-dokumen yang diperlukan agar mereka mendapatkan Lisensi berusaha di Thailand.